Tim Jetschool Academy · 27 Agustus 2026
Komunitas developer dunia akhirnya mendapat jawaban. Model kecerdasan buatan misterius bernama Ox Alpha yang mendadak viral karena gratis dan tajam dalam tugas pemrograman ternyata dibuat oleh lab AI asal Tiongkok, Z.ai, perusahaan yang juga dikenal dengan nama Zhipu AI. Konfirmasi dirilis Rabu (26/8) setelah hampir sepekan model ini beroperasi tanpa identitas di platform OpenRouter.
Selama masa inkognitonya, Ox Alpha naik ke puncak grafik penggunaan OpenRouter dengan performa tinggi tanpa biaya apa pun. Bloomberg melaporkan Z.ai kini mengakui Ox Alpha sebagai bagian dari keluarga model GLM, jajaran utama laboratorium tersebut yang disebut mampu bersaing dengan model-model mutakhir termasuk DeepSeek.
Cara Z.ai merilis produk barunya memang tak biasa. Ox Alpha muncul pada 20 Agustus di OpenRouter dan layanan coding agentic OpenCode tanpa nama perusahaan, tanpa logo, tanpa tautan dokumentasi. Keterangannya hanya menyebut model penalaran untuk kebutuhan pemrograman, kerja agen otomatis jangka panjang, serta beban produksi, yang dikelola pihak ketiga yang sengaja anonim selama masa pratinjau.
Ledakan popularitasnya bermula dari uji cepat di benchmark agen coding DeepSWE. Developer Ben Davis mencoba sepuluh tugas dan mencatat Ox Alpha benar pada percobaan pertama sebanyak 80 persen, mengungguli Claude Fable 5 yang diangka 65 persen serta GPT-5.6 Sol di angka 52 persen pada sampel yang sama.
Spesifikasi yang ditawarkan juga menggoda. Jendela konteksnya mencapai sekitar 1 juta token, sanggup membaca teks, gambar, dan video sekaligus, plus bisa diakses gratis. OpenCode mengklaim jalurnya mampu menangani hingga 100 triliun token per hari, sementara Nous Research menyebut kapasitas portalnya sampai satu kuadriliun token.
Meski demikian, para pengamat mengingatkan agar tak gegabah. Angka 80 persen tersebut berasal dari sepuluh tugas saja, jauh lebih kecil daripada cakupan penuh DeepSWE yang mencakup 113 tugas dari 91 repositori. Per 22 Agustus, Ox Alpha juga belum tercatat di Artificial Analysis maupun LMSYS Arena, sehingga pengujian independen masih menunggu giliran.
Jauh sebelum konfirmasi, identitas Ox Alpha digarap para penyidik sukarela lewat jejak teknis. Pengujian fingerprinting tokenizer yang diulas OfficeChai mencatat kecocokan sempurna, 11 dari 11 probe, antara cara Ox Alpha memotong teks dengan tokenizer keluarga GLM. Pola kesalahannya pun khas model-model keluarga yang sama.
Spekulasi awal sempat menyorot segudang nama, mulai dari Microsoft, Xiaomi, DeepSeek, hingga Google Gemini. Namun taktik peluncuran diam-diam bukan barang baru. Hunter Alpha yang sebelumnya hadir secara sembunyi-sembunyi juga akhirnya terungkap sebagai MiMo-V2-Pro milik Xiaomi.
Setelah pengumuman kemarin, model ini kini diidentifikasi sebagai GLM-5.3 Flash, varian dari keluarga model GLM yang menjadi andalan Z.ai. Laporan Analytics India Magazine mengungkap detail menarik lain soal mesin yang menjalankannya.
Z.ai tidak sekadar mengakui kepemilikan model. Perusahaan yang bulan Juli lalu menuntaskan pembangunan pusat data berkapasitas 1 gigawatt bertumpu penuh pada chip buatan Tiongkok itu menyatakan seluruh proses inferensi Ox Alpha dijalankan di atas chip domestiknya. "This demonstrates that Chinese chips can support frontier-model inference efficiently and economically at scale," ujar Z.ai sebagaimana dikutip Analytics India Magazine.
Bonus bagi yang penasaran, TechCrunch melaporkan bobot model bakal dirilis secara terbuka, alias bisa diunduh dan dipakai siapa pun begitu tersedia. OpenCode sendiri mencatat masa akses gratis berlangsung sekitar satu minggu sejak 20 Agustus, artinya pintu coba-coba hanya tersisa hitungan hari.
Bagi pengembang serta pembelajar AI di Tanah Air, kesempatan seperti ini patut dimanfaatkan selagi masih terbuka. Persaingan model kelas atas kini bergeser ke persoalan harga dan keterbukaan, bukan semata nama besar. Dan bila tren peluncuran tanpa identitas terus berlanjut, bersiaplah menyambut gelombang misteri berikutnya yang siap menghebohkan komunitas.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program